
Kentang Goreng French Fries 2000 Level 3 adalah makanan ringan ekstrudat kentang dengan saos sambal yang memiliki tingkat kepedasan level 3.
Jika tidak terlalu suka pedas, dapat memakan snack ini tanpa mencocolkan kentang gorengnya ke dalam sambal atau dapat mencoba varian Kentang Goreng French Fries 2000.
Artikel ini berisi informasi tentang komposisi, kandungan nilai gizi, izin BPOM, kehalalan, dan produsen camilan kentang goreng dengan saos sambal pedas level 3 merek French Fries 2000 dari Siantar Top.
Komposisi Kentang Goreng French Fries 2000 Level 3
Snack Kentang Goreng French Fries 2000 Level 3 terbuat dari bahan-bahan sebagai berikut:
- Pati kentang (32.0276%)
- Minyak nabati
- Bumbu original (mengandung penguat rasa mononatrium glutamat)
- Garam
- Pengawet natrium metabisulfit
- Sambal colek (43.75%) (mengandung penguat rasa mononatrium glutamat, cabe (8.32%), pengawet natrium benzoat, pewarna sintetik (tartrazin CI. No. 19140 dan kuning FCF CI. No. 15985)
Mengandung alergen berupa pengawet natrium metabisulfit.
Kandungan Nilai Gizi Kentang Goreng French Fries 2000 Level 3
Takaran Saji: 10 g
Sajian per kemasan: 6
Jumlah Per Sajian:
| Energi Total (Kalori) | 45 kkal |
| Energi dari Lemak | 10 kkal |
| Energi dari Lemak Jenuh | 5 kkal |
| Lemak Total | 1 g (2% AKG) |
| Lemak Trans | 0 g |
| Kolesterol | 0 mg (0% AKG) |
| Lemak Jenuh | 0.5 g (3% AKG) |
| Protein | 0 g (0% AKG) |
| Karbohidrat Total | 8 g (2% AKG) |
| Gula | 2 g |
| Garam (Natrium) | 100 mg (7% AKG) |
Izin BPOM dan Kehalalan
Kentang Goreng French Fries 2000 Level 3 memiliki izin BPOM dengan nomor registrasi RI MD 243788004900202 dan mencantumkan logo Halal Indonesia dengan nomor sertifikat ID00410000285530522.
Produsen
Kentang Goreng French Fries 2000 Level 3 diproduksi oleh PT Siantar Top Tbk., Sidoarjo 61256, Indonesia.
Keterangan:
Informasi pada artikel ini berdasarkan informasi yang tertera pada kemasan produk Kentang Goreng French Fries 2000 Level 3 60 Gram yang saya beli pada November 2025. Informasi dapat berubah sewaktu-waktu dan penulis tidak dapat selalu menjamin kemutakhiran informasi.